Postingan

Kuat Berkebun

Gambar
Potret lima orang Papua yang sedang berkebun (Foto: Istimewa)  Oleh, Imanuel Nawipa  Kuat berkebun! Kuat artinya tidak mudah lelah dari suatu pekerjaan. Ya ada kalanya setiap manusia pasti merasakan lelah. Sedangkan berkebun merupakan suatu proses aktivitas yang sedang berlangsung. Lelah dan berkebun dua istilah yang sangat dibutuhkan oleh manusia secara rohani dan jasmani. Dengan begitu, mereka selalu aman dan sejahtera, rakyatnya hidup dengan tali persaudaraan yang baik dengan alam sekitarnya maupun sesama. Mereka tak lekas capek dari tempatnya itu, mereka sudah terbiasa berjalan di bukit-bukit dan lereng-lereng, bahkan gunung-gunung. Itulah kehebatan alami yang menjadi tradisi dalam aktivitasnya. Hiruk angin yang dasyat terus bereaksi di hamparan lembah, burung-burung ikut serta mengeluarkan suaranya yang merdu. Matahari selalu terbit dari timur memancarkan cahayanya.  Di sinar yang cerah itulah mereka berbondong-bondong ke ladang dengan tujuan untuk me...

Budayakan Membaca

Gambar
Ilustrasi Baca Buku(manu/imanuelnawipa.blogspot.com)   BUDAYAKAN MEMBACA Oleh, Imanuel Nawipa Membudayakan membaca dengan multi cara. Membaca merupakan suatu proses yang baik, dengan tujuan untuk meningkatkan pola pikir seseorang. Membaca juga dapat memperkaya kosakata. Dengan membaca orang mengenal atau paham apa maksud atau tujuan dari yang dibaca! Sebelum melangkah lebih jauh, terlebih dahulu kita harus tahu apa itu membaca, fungsi serta tujuannya. Membudayakan membaca berarti membiasakan orang untuk terus mengasah otak. Dengan demikian, ia dapat mampu menyumbangkan ide-idenya. Contoh, ketika diskusi kelompok, pasti kita sudah tahu bahwa dalam diskusi kelompok setiap orang menyumbangkan ide-ide mereka masing-masing, dan ketika ada masalah dalam diskusi tersebut otomatis seseorang yang sudah terbiasa dalam membaca ia akan memberikan terobosan atau solusi untuk mencari jalan pintas persoalan tersebut. Selain itu, hal ini belum tentu orang yang suka membaca memiliki pengetahuan leb...

Anak Rantau

Gambar
Oleh, Imanuel Nawipa Kau lesu ketika kau dahaga Kau dengkik ketika kau letak Sekarang kau mesti bergerak Kata ayah: Kau adalah seorang jantan Yang siap bergulat Jangan kau tunggu matahari! Menjeru membangunkan mu Jangan kau menangih datangnya hujan! Lalu kau siapkan payung Jangan, jangan, dan jangan! Seharusnya kau arif! Untuk apa kau berjuang? Seharusnya kau celik! Untuk apa kau menimba? Tetaplah menjelma sebagai manusia Manusia yang bergairah sosial  Dan pusatkan poin mu Bersama Sang Khalik Tatkala pada Pergulatan mu itu

Menulis Bagian dari Seni

Gambar
Ilustrasi seorang anak Papua sedang menulis (Manu/imanuelnawipa.blogspot.com)   Oleh, Imanuel Nawipa   Menulis Bagian dari seni. Sebelum kita melangkah lebih jauh, terlebih dahulu kita harus tahu apa itu menulis dan seni? Menurut saya bahwa menulis merupakan suatu kegiatan untuk mengelola potensi kita, selain itu menulis juga membantu dan mendorong kita dalam pola pikir terutama dalam berpikir kritis serta kita dapat menuangkan suatu gagasan dan ide-ide, perasaan kita berdasarkan factual atau sesuai dengan fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan keseharian kita. Selain itu, menulis menurut para pakar Indonesia antara lain, Hamir ( Ahmad Rofi’Uddin dan Darmiyati Zuhdi, 1999:276) keterampilan menulis diartikan sebagai kemampuan menuangkan bahasa untuk menyatakan suatu ide, pikiran atau perasaan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa tulis.   Banyak pemikir dan penulis sejak zaman peradaban kuno juga mengalami hal yang sama, artinya mereka juga m...

Dusun Kecil (Cerpen)

Gambar
Oleh, Imanuel Nawipa ( KritingManis) Dusun kecil ini mempunyai banyak cerita, dusun kecil  atau biasanya disebut kampung Hobiah, kampung ini terdapat di provinsi Papua barat khususnya di kabupaten Tambrauw. Susah senang terdapat di kampung itu, tiada hari untuk berkebun dan berburuh. Waktu yang menyenangkan adalah liburan di Kampung. Pada suatu hari sore benar, terdapat empat orang berade Kaka yang sedang mencari kayu bakar di seberang kali Kamundan, keempat orang berade Kaka tersebut terdiri dari; Yimu, Mikael, Moses, dan Berkat dari keempat berade Kaka ini yang lebih tua ialah si Berkat, si Berkat ini selalu mengarahkan adik bertiga nya dengan baik. Setelah mencari kayu bakar, sore senja pun telah menghampiri mereka dikali Kamundan tersebut. Kata si Moses ” Kak … sebelum kita pulang ke rumah bisakah kita main sedikit di pinggir kali? Kemudian jawab si Berkat… kalau dari Kaka setuju! tetapi kita main apa? Tanya si Berkat, jawab si Moses ” kak…Kita main petak umpet…kata si Ber...

Sinopsis Novel Salah Asuan

Novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis ini menceritakan kisah cinta seorang pemuda pribumi dari Melayu dengan seorang gadis Eropa. Hanafi seorang pemuda pribumi dari solok Melayu. Ibu hanafi sendiri adalah seorang janda, ayahnya sudah meninggal pada saat hanafi masih kecil, sehingga ibunya membesarkan Hanafi seorang diri. Meskipun membesarkan putranya seorang diri, ibunya ingin memandaikan hanafi dan selalu berusaha keras untuk membiayai sekolah hanafi. Pada saat bersekolah di HBS Hanafi dititipkan pada keluarga Belanda, sehingga segala tingkah lakunya seperti seorang Eropa. Bahkan setelah lulus dari HBS pun pergaulan dan tingkah lakunya tak lepas dari pergaulan orang-orang Eropa. Ia bekerja di kantor BB sebagai asisten residen di Solok. Meskipun hanafi adalah seorang pemuda asli pribumi. Namun, segala tingkahnya sudah terpengaruhi kebarat-baratan. Saat bersekolah di HBS, Hanafi sangat dekat dengan gadis eropa bernama Corie, kedekatan mereka berdua sudah seperti kakak beradik. Kemana-m...

"Don't Pet Go" ( Novel )

Novel ini mengisahkan tentang Olivia yang kehilangan calon suaminya seminggu sebelum pernikahan mereka. Ada satu rahasia yang tidak Olivia ketahui tentang calon suaminya itu. Naasnya, ia mengetahui itu setelah calon suaminya meninggal. Sejak kejadian itu, ia jadi sulit dan takut membuka hati pada pria lain. Takdir mempertemukan Barra dan Olivia. Meskipun sebentar, Barra tentunya berharap suatu hari nanti akan bertemu lagi dengan Olivia. Dan harapannya terkabul. “Aku tau kamu takut. Just let it go. Whatever it is your mind, just let it go.” – [hlm. 140] Well, sejujurnya aku sering mendapat bacaan dengan ide cerita seperti ini. Tapi, penulis berhasil membuat cerita ini seperti ada magis yang ngebuat aku gabisa menjedakan bacaan ini. Memasuki konflik, ada banyak kejutan yang hadir, dan tentunya membuat perasaanku jadi menggebu-gebu. Aku menggunakan sudut pandang kedua tokoh, yaitu Barra dan Olivia, sehingga akupun bisa ikut larut dalam memahami isi hati tokoh....