Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Sinopsis Novel Salah Asuan

Novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis ini menceritakan kisah cinta seorang pemuda pribumi dari Melayu dengan seorang gadis Eropa. Hanafi seorang pemuda pribumi dari solok Melayu. Ibu hanafi sendiri adalah seorang janda, ayahnya sudah meninggal pada saat hanafi masih kecil, sehingga ibunya membesarkan Hanafi seorang diri. Meskipun membesarkan putranya seorang diri, ibunya ingin memandaikan hanafi dan selalu berusaha keras untuk membiayai sekolah hanafi. Pada saat bersekolah di HBS Hanafi dititipkan pada keluarga Belanda, sehingga segala tingkah lakunya seperti seorang Eropa. Bahkan setelah lulus dari HBS pun pergaulan dan tingkah lakunya tak lepas dari pergaulan orang-orang Eropa. Ia bekerja di kantor BB sebagai asisten residen di Solok. Meskipun hanafi adalah seorang pemuda asli pribumi. Namun, segala tingkahnya sudah terpengaruhi kebarat-baratan. Saat bersekolah di HBS, Hanafi sangat dekat dengan gadis eropa bernama Corie, kedekatan mereka berdua sudah seperti kakak beradik. Kemana-m...

"Don't Pet Go" ( Novel )

Novel ini mengisahkan tentang Olivia yang kehilangan calon suaminya seminggu sebelum pernikahan mereka. Ada satu rahasia yang tidak Olivia ketahui tentang calon suaminya itu. Naasnya, ia mengetahui itu setelah calon suaminya meninggal. Sejak kejadian itu, ia jadi sulit dan takut membuka hati pada pria lain. Takdir mempertemukan Barra dan Olivia. Meskipun sebentar, Barra tentunya berharap suatu hari nanti akan bertemu lagi dengan Olivia. Dan harapannya terkabul. “Aku tau kamu takut. Just let it go. Whatever it is your mind, just let it go.” – [hlm. 140] Well, sejujurnya aku sering mendapat bacaan dengan ide cerita seperti ini. Tapi, penulis berhasil membuat cerita ini seperti ada magis yang ngebuat aku gabisa menjedakan bacaan ini. Memasuki konflik, ada banyak kejutan yang hadir, dan tentunya membuat perasaanku jadi menggebu-gebu. Aku menggunakan sudut pandang kedua tokoh, yaitu Barra dan Olivia, sehingga akupun bisa ikut larut dalam memahami isi hati tokoh....

Pantun Orang Tua

                    Yakin di hati selamatlah nyawa, tidak gerangan akan celaka. • Sekin dibawah ke Melaka,   Disembahkan kepada bendahara.   Tidak gerangan akan celaka, tubuh pun       lepas dari sengsara. • Sandarkan gala pada pohon   kayu standar berapit dua.   Kepada Allah tempat bermohon,   kalaukan kita sadarkan nyawa. • Sarang penyengat atas kota,   kait-kait di padang temu.   Hendaklah ingat semua kita,   Baik-baik berpengang pada ilmu. • Tudung saji pengangkat tanah,   pengangkat tanah habis binasa.   Naik haji ke Mekah, Medinah,   dalam baitullah menghabiskan dosa.

BURU

Dudukaku hadapi meja Tulis buku banyak ragam Kopi masuk gula keluar Kapok dibeli kopra dijual. Semenjak pagi sudah begitu Sampai petang baru berhenti Leiah penat tidak terasa Demikian asyik menulis harta. Bukan harta punya sendiri Hanya harta punya majikan Harta sendiri punya tenaga Tenaga badan dan pikiran. Kapan pulang terasa penat Isteri di rumah pun dapat kerja........... Habis bulan terima gaji Debet kredit dihitung ulang Sekali ini harta sendiri Membuat pusing kepala pening. Masuk kiri ke keluar kanan Setimbang tidak mana berat Berat di kiri ada simpanan Berat di kanan keluh kesah. Bulan masuk tahun pergi Nasib buruh tidak berubah Siang-siang tangan penuh Pulang balik tangan kosong. Isteri di rumah setia terus Senang susah sama dipikul. ( A.M. Dg. Mijala Alias A.M. Thahir ) Dari : Pujangga Baru