Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Pantun Orang Tua

                    Yakin di hati selamatlah nyawa, tidak gerangan akan celaka. • Sekin dibawah ke Melaka,   Disembahkan kepada bendahara.   Tidak gerangan akan celaka, tubuh pun       lepas dari sengsara. • Sandarkan gala pada pohon   kayu standar berapit dua.   Kepada Allah tempat bermohon,   kalaukan kita sadarkan nyawa. • Sarang penyengat atas kota,   kait-kait di padang temu.   Hendaklah ingat semua kita,   Baik-baik berpengang pada ilmu. • Tudung saji pengangkat tanah,   pengangkat tanah habis binasa.   Naik haji ke Mekah, Medinah,   dalam baitullah menghabiskan dosa.

BURU

Dudukaku hadapi meja Tulis buku banyak ragam Kopi masuk gula keluar Kapok dibeli kopra dijual. Semenjak pagi sudah begitu Sampai petang baru berhenti Leiah penat tidak terasa Demikian asyik menulis harta. Bukan harta punya sendiri Hanya harta punya majikan Harta sendiri punya tenaga Tenaga badan dan pikiran. Kapan pulang terasa penat Isteri di rumah pun dapat kerja........... Habis bulan terima gaji Debet kredit dihitung ulang Sekali ini harta sendiri Membuat pusing kepala pening. Masuk kiri ke keluar kanan Setimbang tidak mana berat Berat di kiri ada simpanan Berat di kanan keluh kesah. Bulan masuk tahun pergi Nasib buruh tidak berubah Siang-siang tangan penuh Pulang balik tangan kosong. Isteri di rumah setia terus Senang susah sama dipikul. ( A.M. Dg. Mijala Alias A.M. Thahir ) Dari : Pujangga Baru