Menulis Bagian dari Seni

Ilustrasi seorang anak Papua sedang menulis (Manu/imanuelnawipa.blogspot.com)


 

Oleh, Imanuel Nawipa

 

Menulis Bagian dari seni. Sebelum kita melangkah lebih jauh, terlebih dahulu kita harus tahu apa itu menulis dan seni? Menurut saya bahwa menulis merupakan suatu kegiatan untuk mengelola potensi kita, selain itu menulis juga membantu dan mendorong kita dalam pola pikir terutama dalam berpikir kritis serta kita dapat menuangkan suatu gagasan dan ide-ide, perasaan kita berdasarkan factual atau sesuai dengan fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan keseharian kita. Selain itu, menulis menurut para pakar Indonesia antara lain, Hamir ( Ahmad Rofi’Uddin dan Darmiyati Zuhdi, 1999:276) keterampilan menulis diartikan sebagai kemampuan menuangkan bahasa untuk menyatakan suatu ide, pikiran atau perasaan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa tulis.

 

Banyak pemikir dan penulis sejak zaman peradaban kuno juga mengalami hal yang sama, artinya mereka juga merupakan pendahulu kita sebagai aktivis terutama dalam menulis. Nah yang dimaksud pemikir dan penulis pada zaman itu ialah seorang filsuf Stoik yang lahir pada tahun 55 M dan wafat 135 M. Dia adalah seorang hamba yang lahir dari Hierapolis, di Phrygia ( sekarang adalah Pamukkale, Turki ) dan kemudian tinggal hampir sepanjang hidupnya di Roma. Karya-karyanya berjudul Discourses dan Enchiridion. Hal ini merupakan perjuangan para pemikir dan penulis dari seorang filsuf Epictetus yang berkarya dalam dunia menulis atau jurnalis pada zaman peradaban kuno serta para filsuf lain yang bergerak dalam hal ini.

 

Menyangkut dengan konteks diatas, menulis Bagian dari seni. Setiap manusia mempunyai gaya ekspresi menulis yang berbeda, baik itu menulis; Artikel, Cerpen, Puisi, Sajak-Sajak dan lain sebagainya. Selain itu, kalau kita membicarakan seni berarti banyak yang harus dibahas, mungkin kita telah ketahui bersama bahwa seni mempunyai multi jenis, antara lain seni sastra, seperti yang sudah tertera diatas. Setiap orang mempunyai imajinasi untuk menuangkan suatu pemikiran dalam proses menulisnya. Dari menulis kita dapat mengenal dunia, artinya dengan menulis kita bisa tahu dimana gerak-gerik dunia internasional dan nasional melalui media cetak yang bisa saja dari orang lain maupun hasil karya kita sendiri yang diketahui secara publik. Dengan menulis juga kita dikenal orang banyak, hal ini terutama mereka yang selalu berekspresi dalam menulis.

 

Setiap orang mempunyai seni dalam menuli, sejak kecil kita sudah dilatih oleh guru maupun orang tua tentang bagaimana cara untuk membaca, menghitung, menulis, jadi seni dan menulis saling berkolaborasi dalam ilmu pengetahuan. Selain itu, menyangkut dengan konteks tersebut. Yang saya lihat anak-anak muda milenial Papua sudah banyak yang menjadi penulis dan sebagian juga belum ada yang berminat, mungkin sisi lain mereka lebih kepada bidang olahraga dan lain sebagainya. Saya secara pribadi sangat bangga sebagai orang Papua, hal ini bukan berarti saya memilah-milah tetapi hal ini sesuai dengan kenyataannya bahwa kita orang Papua banyak yang pintar dalam segala bidang, tetapi dari segi lain itu hanya satu yang membuat saya merasa kecewa, mengapa demikian? Kita anak-anak Papua banyak yang terjurumus pada hal-hal yang bersifat negatif misalnya, pengaruh dengan minum-minuman keras dan lain sebagainya. Hal ini yang membuat kita anak-anak Papua jatuh, artinya jatuh dalam berkompetisi di dunia luar, baik itu membuat karya ilmiah atau membawakan budaya kita dari tiap-tiap daerah dan lain sebagainya. Kita orang Papua juga bagian dari orang yang berseni, tidak ada yang mustahil, selagi masih ada peluang dan bakat dalam diri kita masing-masing.

 

Banyak orang-orang pintar yang ada di negara ini seperti Bj. Habibie, dan terlebih khusus anak milenial kita Papua banyak yang bersaing dalam dunia sains, politik, ekonomi, sosial budaya, bahkan sampai ilmuwan Papua juga ada, seperti kita ketahui George Saa. Jadi kita milenial muda Papua teruslah menulis dan menulis. Selain itu, menulis ialah hal yang paling penting dan paling utama adalah membaca, karena itu merupakan dasar untuk kita menulis, artinya kita menulis dengan otomatis apa yang kita baca atau kita ingat pada waktu itu akan lancar bagaikan air yang mengalir sungai. Selain itu filsuf Yunani kuno Plato juga bagian dari seorang penggemar dalam menulis selain menulis ia juga merupakan filsuf yang mengemukakan teori bentuk atau teori ide, idealis platonik, hyperuranion, metaxy, khora.

 

Ciri-ciri karya Plato antara lain; Bersifat Sokratik. Dalam karya-karya yang ditulis pada masa mudanya, Plato selalu menampilkan kepribadian dan karangan sokrates sebagai topik utama karangannya. Selain itu karyanya juga ialah berbentuk dialog, hampir semua karya Plato ditulis dalam nada dialog. Dalam surat VII, Plato berpendapat bahwa pena dan tinta membekukan pemikiran sejati yang ditulis dalam huruf-huruf yang membisu. Oleh karena itu, menurutnya, jika pemikiran itu perlu dituliskan, maka yang paling cocok adalah tulisan yang berbentuk dialog. Itu merupakan perjalanan hidup Plato yang juga terlibat dalam bidang menulis dan menuangkan gagasan, ide-idenya terhadap teorinya untuk merintis ilmu pengetahuan dalam menulis dan seni.

Komentar

  1. Mkasih bang atas dukungannya

    BalasHapus
  2. Terus bersinar untuk orang lain melalui tulisanmu kawan.
    Hormat!

    BalasHapus
  3. Luar biasa, terbiasa kan untuk terus menulis☺️☺️ Tetap semangat adik.. Usahakan Mata Pena itu tetap menghasilkan bnyak tulisan...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Singkat Gregor Johann Mendel

Unscrupulous Law

MENGENAL BAHASA