Eksistensialisme Pena dan Secarik Kertas
Ilustrasi Seuntai Pena dan Secarik Kertas. Manokwari, 19 Februari 2024. (Foto. Dok Pngtree.com)
Oleh, Imanuel Nawipa
Setangkai pena, ku tulis tuk membuka jalan keabsahan,
Selembar kertas ku-hargai, " karena " tidak pernah menolak seribu kata,
Dan, tidak menolak isi tilikan,
Tidak menolak isi hati,
Pena dan kertas,
Tidak mengagak seorang penulis, penyair dan sebagainya,
Yang s'lalu merangkai suara kaum bawah,
Yang s'lalu merangkai suara kaum atas,
Namun, sebuah pikiran harus menakzimkan secuil tinta dan kesucian kertas,
Agar tak mengkhianati keduanya,
Agar tak menyesatkan pikiran antar pikiran,
Itulah dua alat, yang s'lalu mengilhami semu, dan nurani penulis.
Sangat benar, buka dan pena adalah kedua yang saling dicintai dan mencintai. Mereka tidak pernah lelah relah dan sediaan dalam hal apapun. Hanyalah seorang yang berijinasi yang berkata.
BalasHapus